Posted by: anchiella | February 18, 2008

aaaaaahhhhhhhh,,,, mengganyang mental!

Dasar, hujan! Baru muncul dan menderas sekarang! 03:55 a.m. Aku ingin menikmati hujan. Dari dalam kamar. Damai. Berharap pikiran yang belakangan ini geradakan di kepala mau tenang sebentar. Menikmati hujan bersamaku. Damai. Tapi kalau menderasnya jam 03:55 a.m., bagaimana aku mengamatinya? Menikmatinya? Dari dalam kamar. Mengusik mimpi roommate, tentu aku tak mau. Tak mungkinlah aku membuka pintu kamar lebar-lebar saat ini. Roommate-ku sudah nyenyak.

Tapi aku ingin menikmati hujan. Kawan baik kontemplasiku beberapa hari belakangan. Berpikir, berpikir, dan terus berpikir. Dan belum juga sampai pada keputusan. Aku tak mau jadi skeptis. Selalu bertanya tak pernah terjawab. Aku harus bisa menjawab semua pertanyaanku. Mendapatkan pencapaian dalam keputusan. Damn!! It’s a hardy shitty shit!!

Aku bingung. Sedang apa aku sekarang? Aku ingin belajar, belajar, dan terus belajar. Saat ini, yang aku inginkan adalah mempelajari psikologi. Baik-baik. Agar pintar. Aku suka pilihan kuliahku ini. Tapi, apa yang sudah aku pelajari? Sudah empat semester dan aku baru mengetahui satu hal. Definisi psikologi. Itu pun karena paksaan untuk mencari tau dari Mas Aten. Tanpa nongkrong-nongkrongku dengan Mas Aten dan Yogi di Excelso Citos, saat patah hati di akhir tahun pertama kuliah (thanks for your kindness), kemungkinan besar sampai tahun kedua pun aku belum tau definisi ilmu yang aku pilih untuk perdalam ini. Tolol. Apa lagi yang sudah aku pelajari? Absurd. Semuanya tak jelas, ngawang-ngawang.

Aku ingin belajar psikologi. Tapi, apa yang aku dapat? sudah semester keempat sekarang! Nonsense. Semuanya nonsense. Yang aku dapat malah kelelahan mental. Lelah berkegiatan di kampus. Lelah berada di kampus. Lelah akan sesuatu yang aku cintai. Aku cinta kampusku. Tapi aku lelah di sana. Aku butuh time-out. Bukan time-out seperti libur semesteran. Tak cukup berkualitas rupanya untukku. Aku butuh jarak dengan kehidupan yang hectic ini barang sebulan. Menghilang dari orang-orang yang selama ini berseliweran, yet nonsense. Merapikan plan dan jadwal. Baru kembali ke rutinitas.

Rutinitasku bulan-bulan belakangan ini gila. Meng-ganyang mental. Tapi, ya sudah, segitu saja. Rasanya tak sesuai effort. Memang aku yang tolol. Bilangnya ingin belajar benar-benar, biar kecerdasan si otak tidak mubazir. Tapi mana hasilnya? Malah heboh ikutan kepanitiaan, keasikan nongkrong, pacaran. Tolol. Aaaaaaaahhhhhhhhhhh,,, beeteeeeeeee!!!!!!!!

Harus gue catat baik-baik plan gue. Saat ini gue mau kuliah. Belajar menulis. Cari teman sebanyak-banyaknya. Tapi nggak lewat kepanitiaan-kepanitiaan kampus lagi. Fatigue. Enough. Kepanitiaan di kampus, buat gue, akan selesai tanggal 8 Maret 2008. Abis itu nggak akan ada lagi nggak-enakan nolak ajakan orang untuk bantu kegiatan kampus. STOP! I have to move on. Gue mau keluar. Ekstrakurikuler gue selanjutnya di luar kampus. Di luar Psiko UI. Di luar UI. Sambil gue terus kuliah. Belajar psikologi. Dan belajar menulis.

Kenapa menulis? Karena menulis merupakan cara efektif untuk melubrikasi otakku yang kegiatan kognitifnya sering ngadat, seret, kurang basa. Akh,, aku harus menata ulang semuanya. Nanti, tanggal 9 Maret 2008, akan ada reshuffle. Harus!


Leave a response

Your response:

Categories