Posted by: anchiella | February 17, 2008

Huaaa,, menulis itu menyenangkaaaan………

 

Hahahaa,, kata siapa? Jangan langsung percaya judul tulisanku ini… Aku memilih judul tersebut supaya kalian penasaran saja untuk membaca tulisan ini, hahahaaa…….

 

Eh, tapi tulisan kali ini memang ada hubungannya dengan menulis itu menyenangkan. Cuma mungkin lebih tepat kalo aku nulisnya “Workshop Menulis Ilmiah Populer yang aku ikuti tanggal 16-17 Februari 2008 di Fakultas Psikologi UI dengan tutor Yusi Avianto Pareanom itu menyenangkan”. Naaah,, kalau judulnya aku pake kayak gitu kan kepanjangan, jadi mendingan aku singkat aja jadi “Menulis itu Menyenangkan”. Betul, nggak?

 

Menurut Mas Yusi, judul itu penting lohhh untuk menentukan apakah suatu tulisan akan dibaca atau tidak oleh banyak orang. Kalau judulnya menarik, meskipun isinya acak-kadul, setidaknya orang akan membaca 2-3 kalimat awal. Maka dari itu, 2-3 kalimat awal yang dikenal dengan istilah lead juga harus menarik. Nakal-nakal sedikit nggak masalah, kok… Asalkan sesuai konteks.

 

Kalau lead-nya menarik, maka orang akan membaca kalimat-kalimat selanjutnya. Jadi, kalimat-kalimat selanjutnya harus tetap menarik seperti lead dan judul. Kalimat-kalimat selanjutnya (badan tulisan) yang menarik tuh berarti harus memiliki alur yang runut-jelas-logis dan pilihan kata/diksi yang tepat sehingga mudah dipahami pembaca serta tetap menarik perhatian.

 

Kalau badan tulisannya menarik, … (heheee,, kalau mau tau kelanjutan hasil workshop, yuk ngobrol-ngobrol langsung sama aku)

Hal yang ingin aku ceritakan di sini adalah workshop yang merupakan bagian dari PsyWrite Festival ini menyenangkan. Buat aku yang merupakan orang awam dalam bidang jurnalistik, workshop tersebut berguna banget. Banyak yang aku dapatkan dari situ.

 

Hari pertama memang agak membosankan karena materinya lebih banyak membahas teori yang seharusnya sudah dapat kita baca di modul workshop. Penting sih, tapi mengingat kelas juga kurang aktif, jadinya membosankan. Apalagi sebetulnya materi sudah cukup jelas dipaparkan di modul. Kelas jadi lebih menarik ketika masuk ke sesi dua dan berlatih membuat lead. Wueleehhh,, baru deh terasa kalau paham teori doang mah amat sangat tidak cukup. Lebih menarik lagi karena Mas Yusi memberikan kami tugas menulis untuk dibahas di hari kedua.

 

Nahhh,, hari kedua ini yang memang menurut aku saik gila (Siapa tuh saik? Kasihan dia gila). Praktek terus,, praktek terus,, sampe mencreeet. Hehehe… Dari feedback-feedback saat latihan membuat judul dan membahas tugas, banyak sekali masukan yang harus digarisbawahi untuk diperhatikan para penulis pemula.

 

Mas Yusi-nya sendiri orangnya juga seru. Gayanya wartawan banget. Santai. Pake baju gombrong, sepatu sendal, cengengesan pula. Di kelas sih nggak terlalu cengengesan, tapi ketahuan banget dari celetukan-celetukan yang beliau lontarkan kalau beliau tuh orangnya kocak, kritis, dan agak-agak ngehe’ (apa itu ngehe’?). Jadi meskipun kelas kurang aktif, tapi tertolong lah dengan celetukan-celetukan Mas Yusi.

 

Secara keseluruhan, dengan banyaknya ilmu yang aku dapat dari workshop ini, dapat makan gratis juga dua hari, dapat sertifikat juga, gratis pula, dan tutornya saik, makaaa aku menyimpulkan workshop menulis ilmiah populer yang aku ikuti itu menyenangkaaaan……… Hahahaaaa………….


Leave a response

Your response:

Categories