Posted by: anchiella | May 14, 2009

Facebook dan kawan-kawan baru

Posted by: anchiella | September 9, 2008

I am enjoying my current activities

Yeaaa,, sekarang gue lagi menikmati kesibukan kuliah sambil magang…

setelah 3 bulan kemaren freelancing di berbagai tempat, finally sekarang gue menjalani masa internship di adventure indonesia…

menyenangkan memang, bekerja dengan bos gue ini… namanya jano keintjem… dia bisa negur tanpa bikin orang tersinggung… bisa tegas dengan gaya khas dia… tapi juga bisa konyol n bocor ga ketebak…

masa gue lagi asik-asik boker, doi manggil-manggil gue biar cepetan keluar gara-gara da lagi punya ide simulasi… kalo kelamaan di pending, bisa ilang itu ide katanya… dodol *dasar seniman >.<*

tapi, karena hal-hal kayak begitu, gue malah nyaman… bisa mengalami hal-hal aneh yang menyenangkan karena keimpulsifan dan kekreatifan orang-orang di sekitar, heheee…

tapi (lagi) gue juga mulai menggila… udah kuliah bokkk… capek banget ni badan tiap malem… masalahnya lagi, kalo gue ga ke kantor (gue libur tiap selasa, rabu), kayak ada yang kurang… hahaha, mungkin emang bener kata bapa jano… gue kelebihan energi… seharusnya gue punya kamera untuk foto-foto, sebagai pengalih energi… haha, dasar anak kecil yang aneh… capek kok dicari…

but i am enjoying it at all x)

seruuuuuuuuuuu……………. ^,^

-catatan dari anak yang kelebihan energi-

Posted by: anchiella | June 13, 2008

aku takut di sini

subuh,

balik dari kemang… ga tau kenapa yahhh,, ni hati ga enak… terkondisikan dengan gue mendengar lagu2nya bonita juga sih kayaknya…

hati carut-marut nihhh….. not good at all….. mungkin gue lagi senasib sama nuning (fyi, marketing-nya tipsy), PMS….. mungkin…….

hahaha,, kalo dipikir-pikir,, how stupid i am yahhh….. nyebar2 perasaan ke dunia maya?

NORAK!!!

HAHAHA…..

norak lo, cil!


yahhhh,, tapi gue emang lg pengen norak nihhh……… gimana dooong?

perasaan gue lagi gundah gulana, gelap gulita, taram temaram, terang benderang nihhh……. *gubrak*


he gets me in,,

dan membuat gue termasuk…

sekarang,,

aku berdua dia di dalam…

dan dia menari…

sayang,

menarinya dia sendiri…


aku?

aku berjalan-jalan saja…

memperhatikan seluruh isi ruangan…

banyak lukisan-lukisan indah,,

tapi tak kukenal…

sepertinya dia yang lukis…

ada gelas permata juga,,

sedikit,,

dan sudah retakan tersambung rekatan semua…

tapi,

permata tetap permata…

indah…


eh,

ada baju kotornya!

di situ!

di balik pintu

tertutup di sana,

bukan hanya baju kotor…

tapi banyak hal kotor lain,

dan yang bekas,

dan yang menjijikkan…


ahhh,,,

tapi kan wajar tohhh?


ahhh,,,

banyak sekali hal di ruang ini,

yang asik untuk bisa aku perhatikan…

tapi dia tetap terlihat acuh…

asik menari…

menarinya dia sendiri…


aku beranjak keluar,

dia tiba-tiba saja menarik lembut pinggang ini,

mengajakku berdansa bersama…


hey!

aku tak bisa berdansa!

dansamu dan dansaku berbeda, bung!


tapi tak kau dengar teriakku itu…

yahhh,,

tentu kau tak dengar…

karena teriakku teriak yang lalui mata…

dan matamu selalu mengatup…

oh, tapi ternyata bibirmu tersenyum…


ahhh,,,

bung!

aku mau pulang…

kau hanya bisa menarikku,

mendiamkanku,

dan menarikku lagi…

kau bahkan tak lihat aku…

apalagi berujar?


aku mau pulang saja, bung…

aku takut di sini…

Posted by: anchiella | May 7, 2008

time to say thanks

aku orang yang cukup keras kepala, saklek, ndabhleg, dan bebal…

kalau ndak suka sama seseorang, pasti ketidaksukaanku itu tersampaikan dengan jelas. tapi, seiring menuanya umur *tsaaaah… masih muda kali, looo…*, aku berusaha untuk lebih mengontrol ekspresi perasaan ini. bahaya bok, kalau nggak. bisa ndak kepake di mana-mana nanti aku.

yahhh, hal ini memang menjadi perhatian ketika berhubungan dengan pekerjaan. bagaimana pun juga, aku tahu sikap kerjaku masih kekanak-kanakan. bukan karena sering ngambek, tapi lebih ke cara bicara, penyampaian pesan, dan pemilihan kata, yang masih kayak anak kecil. aku juga masih suka bingung memilah-milah mana hal yang harus di-keep sendiri dan yang boleh di-publish (hihiy, kayaknya aku harus mengganti nama panggilanku deh… kalau dipanggil nacil, jadinya kayak anak kecil terus ;D).

tapi setidaknya, aku sadar sudah mengalami banyak kemajuan. misalnya, sudah lebih nggak panikan. sudah bisa menghadapi orang yang kurang sreg sama aku dengan lebih santai, cool, dan tersenyum (kalau dulu-dulu, muka aku pasti kenceng banget). dan sekarang, aku sudah lebih bisa untuk bekerja sama dengan atasan yang ndak aku suka, hehe… kalau kemarin-kemarin mahh, daripada aku makan hati dan stress sendiri, mendingan aku flight dehhhh… (dasar anak kecil!)

thanks to mentor-mentorku yang antara lain adalah:

dwi mardhianto, psikolog (a.k.a kak bang pe) yang udah ngasih kepercayaan, kesempatan aku untuk belajar dan terjun langsung, juga udah ngasih kritik dan saran, serta curhat-curhat-sharing.

lia marina, s.psi atas trik-triknya (haha, aku emang masih naif, mate), sharing-nya, kritik dan sarannya, serta ajakan-ajakannya sehingga aku bisa terjun dan belajar langsung di lapangan.

raymond godwin, s.psi atas sharing, masukan, dan kesempatan untuk aku terjun langsung ke lapangan. haha, sebetulnya lo nggak banyak ngasih gue info baru, tapi omongan-omongan lo banyak yang jadi reminder gue. thanks, bud!

andrie daniel, s.psi atas sharing dan kesempatannya untuk aku bisa terjun langsung. bang, aku belajar banyak dari cerita-cerita abang. thank you…

sigit widyananto, psikolog atas sharing-nya yang banyak buanget itu. oom, cerita-cerita lagi yahhh… aku belajar buanyak dari cerita-cerita kamu… dan celetukan-celetukan kamu yang – layaknya celetukan pada umumnya – sambil lalu, tapi ngena, hehehe…

dexon pasaribu, s.psi atas sharing-nya terutama di suatu malam di dudung, hehe… yah,, lo ngasih reminder buat gue akan percepatan, evaluasi, kecerdasan dan adaptasi, serta beberapa hal yang bisa disebut kerja bagus. thanks, con…

m. faisal magrie, s.psi atas sharing-nya terutama tentang link. itu jadi reminder gue banget, cal… nice to have work with ya! ;)

dan juga untuk teman-teman lainnya yang pernah sharing, brainstorming, dan kerja bareng gue… thank you, guys… :)

Posted by: anchiella | April 30, 2008

untuk f_novelina

abis ngobrol-ngobrol sama singkong…

yahhh,, bener banget say…

percuma gue berusaha baik2 kalo dia nggak ngerti maksud gue…

mending gue caci maki aja sekalian,,

biar gue bisa buruan lega…

akan tetep sakit hati sihhh,, tapi caci maki jadi suatu ajang katarsis…

thanks a lot, ca…

btw, gue udah lumayan baikan kok berkat si dia-tau-dia-menarik ituuuhhh… hahahaaa…

lumayan jadi distractor kesedihan, heee…


thanks beib…

lo selalu ada pas saat-saat genting gue,

waktu gue ada di perbatasan waras dan tidak waras, heheheeee…….

when you least expect it.. it’ll come knocking ur way…

muach

Posted by: anchiella | April 29, 2008

teringat kata iman

“keledai aja nggak jatuh ke lubang yang sama dua kali.” ( iman, 2008 )

dan gue terjatuh ke lubang yang sama dua kali.

jadi, insight-nya apa?

setidaknya gue tau gue bukan keledai.

karena gue jatuh ke lubang yang sama dua kali,

sedangkan keledai tidak.

it’s good, isn’t it?

Posted by: anchiella | April 29, 2008

mengenang

masih sakit rasanya.

sedih, kecewa, gagal, terbohongi.

menangis pun sudah lelah.


i kno that i have to move on.

but hard, still.


just tryin’ to work hard,

n do not let this self having a time to break.

but hard, still.


all i can do is just,

wishing him the best,

so that he won’t feel this fuckin’ feelin’ then.

but hard, still.


pingin rasanya,

nge-tai-tai-in dia.

dan emang gue tai-tai-in.

tapi sepertinya gue suka tai.

u break ur promise.

wish u luck, so.

Posted by: anchiella | April 5, 2008

Hasil Observasi

Waduh, udah lama banget blog ini terlantar…

Yang punya sedang sibuk rupanya, he he…

Iyaaa,, aku lagi sibuk-sibuknya ngerjain sebuah CSR project…

Lumayan banyak yang bisa dipelajari dari sekitar 2 minggu kerja ini sih (ha ha,, baru 2 minggu dari jumlah keseluruhan project yang 3 bulan lebih). Pelajaran yang paling banyak aku dapat malah tidak berhubungan dengan jodesc-ku, melainkan berhubungan dengan kemampuan observasi. But, I like it anyway…

Ah, sudah ah… harus segera menyelesaikan tugas…

Tulis-tulisnya nanti dulu…

Posted by: anchiella | February 29, 2008

Smart, Intelligent, and Clever

Eh, nanya dong… Apa bedanya smart, intelligent, sama clever?” pertanyaan kritis Lucky Winara mengusik obrolan gue, Raymond si pacar, Ivan, dan Anyi yang sedari tadi berisi gosip mengenai Dies Natalis Pendidikan Psikologi ke-55. Topik yang Lucky ajukan nampak terlalu menarik untuk terlebih dahulu dipertimbangkan perlu-dibahas-atau-tidak sehingga kami pun tanpa ba-bi-bu segera mendiskusikannya. Ivan, as usual, membutuhkan kertas dan alat tulis untuk corat-coret sambil brainstorming.
Sementara Ivan menulis “smart intelligent clever” di kertas, Anyi mengusulkan beberapa term lagi yaitu prodigy, genius, talented, dan gifted. Nggak mau kalah, Ivan lalu mengusulkan witty sebagai salah satu term yang juga harus didiskusikan.
Diskusi berjalan seru dan panjang, seiring dengan coretan di kertas yang semakin penuh dengan tulisan yang berisi output brainstorming, aspek-aspek yang mempengaruhi definisi istilah-istilah di atas. Sangat menarik. Somehow, gue merasakan atmosfer kampus yang jarang sekali gue temui. Suasana santai, nongkrong-nongkrong sampai entah jam berapa, dan berdiskusi mengenai apa saja (jadi teringat sejarah akademos F.Psi UI).
Sayangnya gue nggak bisa ikut diskusi sampai selesai karena harus pergi ke Hypermart sama pacar, buying some stuffs sebelum tempat tersebut tutup. Tapi karena gue penasaran, akhirnya gue manfaatkanlah search engine-nya google yang praktis ini. Dan inilah sedikit hasil dari penemuan gue:
  • Prodigy:
    • an unusually gifted and intelligent (young) person; someone whose talents excite wonder and admiration
    • an impressive or wonderful example of a particular quality (wordnet.princeton.edu/perl/webwn)
    • a person with exceptionally great talent usually discovered at an early age (www.brottmusic.com/educationmain/Glossary)
  • Genius:
    • someone who has exceptional intellectual ability and originality
    • brilliance: unusual mental ability
    • exceptional creative ability
    • flair: a natural talent (wordnet.princeton.edu/perl/webwn)
  • Talented:
    • endowed with talent or talents; “a gifted writer”
    • talent: endowment – natural abilities or qualities, a person who possesses an unusual innate ability in some field or activity (wordnet.princeton.edu/perl/webwn)
  • Clever:
    • adroit: skillful (or showing skill) in adapting means to ends
    • apt: mentally quick and resourceful
    • showing inventiveness and skill (wordnet.princeton.edu/perl/webwn)
  • Intelligent:
    • having the capacity for thought and reason especially to a high degree
    • possessing sound knowledge
    • endowed with the capacity to reason (wordnet.princeton.edu/perl/webwn)
    • able to understand and to reason well (www.business-words.com/dictionary/l.html)
    • having sharp mental abilities (encarta.msn.com/dictionary_1861597782/clever.html)
  • Smart:
    • showing mental alertness and calculation and resourcefulness
    • bright: characterized by quickness and ease in learning
    • capable of independent and apparently intelligent action (wordnet.princeton.edu/perl/webwn)
  • Gifted:
    • talented: endowed with talent or talents; “a gifted writer” (wordnet.princeton.edu/perl/webwn)
    • children are those considered by educational system to have significantly higher than normal levels of one or more forms of intelligence (dictionary.laborlawtalk.com/gifted)
  • Witty:
    • combining clever conception and facetious expression (wordnet.princeton.edu/perl/webwn)
Jadi, apa perbedaan smart, intelligent, dan clever?
Kita bahas di tulisan selanjutnya :)
Posted by: anchiella | February 26, 2008

workshop delapan semester di psikologi

Belajar memang suatu kegiatan yang tidak mudah, bahkan bisa dibilang sulit. Belajar berdiri, sulit. Belajar mengendarai sepeda, sulit. Belajar membaca, sulit. Belajar memang sulit. Pun ketika mempelajari Psikologi di kuliah, juga sulit. Tapi, yang membuat kuliah Psikologi tetap menyenangkan adalah karena kelas-kelasnya terasa seperti workshop.

Dalam workshop, peserta mendapatkan pengetahuan yang dikemas intensif, praktek, diskusi hasil, dan saling memberikan umpan-balik. Begitu pula ketika kuliah Psikologi. Segera setelah mendapat suatu pengetahuan baru, kita bisa mengaplikasikannya dalam hidup sehari-hari dan membahasnya dengan teman-teman.

Contohnya, “Workshop” Metode Observasi dan Wawancara. Dengan belajar metode observasi dan wawancara, kita mengasah kemampuan untuk jadi lebih peka dengan lingkungan sekitar. Misalnya, kita bisa ngeh bahwa ketika sedang bercanda dengan teman-teman di kantin, ternyata seorang teman yang sedari tadi paling sering melontarkan jokes sebetulnya sedang sedih. Selain itu, misalnya ada teman yang ingin curhat ke kita namun ragu-ragu, kita bisa mempraktekkan sedikit ilmu wawancara yang didapat di kelas untuk membuat si teman merasa nyaman sehingga dapat bercerita dengan leluasa dan merasa lebih lega.

Satu contoh lagi, “Workshop” Psikologi Sosial. Salah satu materi yang dipelajari dalam Psikologi Sosial adalah triangular model of love yang dikemukakan oleh Sternberg. Dalam teori tersebut, Sternberg menyatakan bahwa cinta memiliki tiga komponen dasar yaitu intimacy (kedekatan yang dirasakan oleh dua orang dan menjadi kekuatan untuk mengikat mereka), passion (komponen cinta yang didasarkan pada romantisme, ketertarikan fisik, dan seksualitas), dan commitment (komponen yang melibatkan faktor kognitif ketika seseorang membuat keputusan untuk berkomitmen dalam sebuah relationship). Ketiga komponen tersebut, berdiri sendiri maupun saling berpadu, akan membentuk jenis-jenis cinta yang berbeda. Hayooo, apa prakteknya dalam kesehariaaan?

Masih banyak lagi hal-hal praktis dan menarik yang bisa kita dapatkan selama “workshop” delapan semester di Psikologi. Jadi meskipun belajar itu sulit, khusus untuk kasus belajar Psikologi, tetap saja menyenangkan. Karena bukan hanya hal-hal teoritis sistematis matematis (?!) yang kita pelajari, tapi juga hal-hal praktis taktisnya (aduhh,, mulai dehh…). So, we’ll get many things when studying Psychology. Then what things should be hesitated for choosing Psychology?

Referensi:

Baron, R.A. dan Byrne, D. (2000). Social psychology. (Ed. Ke-9). Massachusetts: Allyn & Bacon.

 

niatnya ditulis untuk

Introduction to Psychology

01 Maret 2008

Fakultas Psikologi UI

hehehe…

Older Posts »

Categories