Posted by: anchiella | February 28, 2010

setelah lebih dari satu tahun

hah! sudah lama tak menyentuh blog ini.. lebih dari satu tahun!

hahaha, lucu rasanya membaca postingan2ku dua-tiga tahun yang lalu.. norak banget! dari pemilihan topik, apalagi pemilihan kata..

tapi bersyukur juga.. meskipun aku bukan orang yang rajin menulis, apalagi ber-blogging-ria, aku punya dokumentasi perkembangan diri.. dari mahasiswa tahun awal yang sangat mencintai jurusannya, meledak-ledak, dan impulsif, sampai sekarang di posisi mahasiswa tahun keempat yang sudah hampir muak dengan jurusannya (meskipun masih cinta) dan sudah sedikit menjadi lebih tenang dan tertata–nggak seimpulsif dulu.. :D

dengan sedikitnya tulisan yang aku tulis di sini, tetap ini benar-benar blog yang mencatat tentang little girl’s growing up process ;)

Posted by: anchiella | September 9, 2008

I am enjoying my current activities

Yeaaa,, sekarang gue lagi menikmati kesibukan kuliah sambil magang…

setelah 3 bulan kemaren freelancing di berbagai tempat, finally sekarang gue menjalani masa internship di adventure indonesia…

menyenangkan memang, bekerja dengan bos gue ini… namanya jano keintjem… dia bisa negur tanpa bikin orang tersinggung… bisa tegas dengan gaya khas dia… tapi juga bisa konyol n bocor ga ketebak…

masa gue lagi asik-asik boker, doi manggil-manggil gue biar cepetan keluar gara-gara da lagi punya ide simulasi… kalo kelamaan di pending, bisa ilang itu ide katanya… dodol *dasar seniman >.<*

tapi, karena hal-hal kayak begitu, gue malah nyaman… bisa mengalami hal-hal aneh yang menyenangkan karena keimpulsifan dan kekreatifan orang-orang di sekitar, heheee…

tapi (lagi) gue juga mulai menggila… udah kuliah bokkk… capek banget ni badan tiap malem… masalahnya lagi, kalo gue ga ke kantor (gue libur tiap selasa, rabu), kayak ada yang kurang… hahaha, mungkin emang bener kata bapa jano… gue kelebihan energi… seharusnya gue punya kamera untuk foto-foto, sebagai pengalih energi… haha, dasar anak kecil yang aneh… capek kok dicari…

but i am enjoying it at all x)

seruuuuuuuuuuu……………. ^,^

-catatan dari anak yang kelebihan energi-

Posted by: anchiella | May 7, 2008

time to say thanks

aku orang yang cukup keras kepala, saklek, ndabhleg, dan bebal…

kalau ndak suka sama seseorang, pasti ketidaksukaanku itu tersampaikan dengan jelas. tapi, seiring menuanya umur *tsaaaah… masih muda kali, looo…*, aku berusaha untuk lebih mengontrol ekspresi perasaan ini. bahaya bok, kalau nggak. bisa ndak kepake di mana-mana nanti aku.

yahhh, hal ini memang menjadi perhatian ketika berhubungan dengan pekerjaan. bagaimana pun juga, aku tahu sikap kerjaku masih kekanak-kanakan. bukan karena sering ngambek, tapi lebih ke cara bicara, penyampaian pesan, dan pemilihan kata, yang masih kayak anak kecil. aku juga masih suka bingung memilah-milah mana hal yang harus di-keep sendiri dan yang boleh di-publish (hihiy, kayaknya aku harus mengganti nama panggilanku deh… kalau dipanggil nacil, jadinya kayak anak kecil terus ;D).

tapi setidaknya, aku sadar sudah mengalami banyak kemajuan. misalnya, sudah lebih nggak panikan. sudah bisa menghadapi orang yang kurang sreg sama aku dengan lebih santai, cool, dan tersenyum (kalau dulu-dulu, muka aku pasti kenceng banget). dan sekarang, aku sudah lebih bisa untuk bekerja sama dengan atasan yang ndak aku suka, hehe… kalau kemarin-kemarin mahh, daripada aku makan hati dan stress sendiri, mendingan aku flight dehhhh… (dasar anak kecil!)

thanks to mentor-mentorku yang antara lain adalah:

dwi mardhianto, psikolog (a.k.a kak bang pe) yang udah ngasih kepercayaan, kesempatan aku untuk belajar dan terjun langsung, juga udah ngasih kritik dan saran, serta curhat-curhat-sharing.

lia marina, s.psi atas trik-triknya (haha, aku emang masih naif, mate), sharing-nya, kritik dan sarannya, serta ajakan-ajakannya sehingga aku bisa terjun dan belajar langsung di lapangan.

raymond godwin, s.psi atas sharing, masukan, dan kesempatan untuk aku terjun langsung ke lapangan. haha, sebetulnya lo nggak banyak ngasih gue info baru, tapi omongan-omongan lo banyak yang jadi reminder gue. thanks, bud!

andrie daniel, s.psi atas sharing dan kesempatannya untuk aku bisa terjun langsung. bang, aku belajar banyak dari cerita-cerita abang. thank you…

sigit widyananto, psikolog atas sharing-nya yang banyak buanget itu. oom, cerita-cerita lagi yahhh… aku belajar buanyak dari cerita-cerita kamu… dan celetukan-celetukan kamu yang – layaknya celetukan pada umumnya – sambil lalu, tapi ngena, hehehe…

dexon pasaribu, s.psi atas sharing-nya terutama di suatu malam di dudung, hehe… yah,, lo ngasih reminder buat gue akan percepatan, evaluasi, kecerdasan dan adaptasi, serta beberapa hal yang bisa disebut kerja bagus. thanks, con…

m. faisal magrie, s.psi atas sharing-nya terutama tentang link. itu jadi reminder gue banget, cal… nice to have work with ya! ;)

dan juga untuk teman-teman lainnya yang pernah sharing, brainstorming, dan kerja bareng gue… thank you, guys… :)

Posted by: anchiella | April 30, 2008

untuk f_novelina

abis ngobrol-ngobrol sama singkong…

yahhh,, bener banget say…

percuma gue berusaha baik2 kalo dia nggak ngerti maksud gue…

mending gue caci maki aja sekalian,,

biar gue bisa buruan lega…

akan tetep sakit hati sihhh,, tapi caci maki jadi suatu ajang katarsis…

thanks a lot, ca…

btw, gue udah lumayan baikan kok berkat si dia-tau-dia-menarik ituuuhhh… hahahaaa…

lumayan jadi distractor kesedihan, heee…


thanks beib…

lo selalu ada pas saat-saat genting gue,

waktu gue ada di perbatasan waras dan tidak waras, heheheeee…….

when you least expect it.. it’ll come knocking ur way…

muach

Posted by: anchiella | April 29, 2008

teringat kata iman

“keledai aja nggak jatuh ke lubang yang sama dua kali.” ( iman, 2008 )

dan gue terjatuh ke lubang yang sama dua kali.

jadi, insight-nya apa?

setidaknya gue tau gue bukan keledai.

karena gue jatuh ke lubang yang sama dua kali,

sedangkan keledai tidak.

it’s good, isn’t it?

Posted by: anchiella | April 5, 2008

Hasil Observasi

Waduh, udah lama banget blog ini terlantar…

Yang punya sedang sibuk rupanya, he he…

Iyaaa,, aku lagi sibuk-sibuknya ngerjain sebuah CSR project…

Lumayan banyak yang bisa dipelajari dari sekitar 2 minggu kerja ini sih (ha ha,, baru 2 minggu dari jumlah keseluruhan project yang 3 bulan lebih). Pelajaran yang paling banyak aku dapat malah tidak berhubungan dengan jodesc-ku, melainkan berhubungan dengan kemampuan observasi. But, I like it anyway…

Ah, sudah ah… harus segera menyelesaikan tugas…

Tulis-tulisnya nanti dulu…

Posted by: anchiella | February 29, 2008

Smart, Intelligent, and Clever

Eh, nanya dong… Apa bedanya smart, intelligent, sama clever?” pertanyaan kritis Lucky Winara mengusik obrolan gue, Raymond si pacar, Ivan, dan Anyi yang sedari tadi berisi gosip mengenai Dies Natalis Pendidikan Psikologi ke-55. Topik yang Lucky ajukan nampak terlalu menarik untuk terlebih dahulu dipertimbangkan perlu-dibahas-atau-tidak sehingga kami pun tanpa ba-bi-bu segera mendiskusikannya. Ivan, as usual, membutuhkan kertas dan alat tulis untuk corat-coret sambil brainstorming.
Sementara Ivan menulis “smart intelligent clever” di kertas, Anyi mengusulkan beberapa term lagi yaitu prodigy, genius, talented, dan gifted. Nggak mau kalah, Ivan lalu mengusulkan witty sebagai salah satu term yang juga harus didiskusikan.
Diskusi berjalan seru dan panjang, seiring dengan coretan di kertas yang semakin penuh dengan tulisan yang berisi output brainstorming, aspek-aspek yang mempengaruhi definisi istilah-istilah di atas. Sangat menarik. Somehow, gue merasakan atmosfer kampus yang jarang sekali gue temui. Suasana santai, nongkrong-nongkrong sampai entah jam berapa, dan berdiskusi mengenai apa saja (jadi teringat sejarah akademos F.Psi UI).
Sayangnya gue nggak bisa ikut diskusi sampai selesai karena harus pergi ke Hypermart sama pacar, buying some stuffs sebelum tempat tersebut tutup. Tapi karena gue penasaran, akhirnya gue manfaatkanlah search engine-nya google yang praktis ini. Dan inilah sedikit hasil dari penemuan gue:
  • Prodigy:
    • an unusually gifted and intelligent (young) person; someone whose talents excite wonder and admiration
    • an impressive or wonderful example of a particular quality (wordnet.princeton.edu/perl/webwn)
    • a person with exceptionally great talent usually discovered at an early age (www.brottmusic.com/educationmain/Glossary)
  • Genius:
    • someone who has exceptional intellectual ability and originality
    • brilliance: unusual mental ability
    • exceptional creative ability
    • flair: a natural talent (wordnet.princeton.edu/perl/webwn)
  • Talented:
    • endowed with talent or talents; “a gifted writer”
    • talent: endowment – natural abilities or qualities, a person who possesses an unusual innate ability in some field or activity (wordnet.princeton.edu/perl/webwn)
  • Clever:
    • adroit: skillful (or showing skill) in adapting means to ends
    • apt: mentally quick and resourceful
    • showing inventiveness and skill (wordnet.princeton.edu/perl/webwn)
  • Intelligent:
    • having the capacity for thought and reason especially to a high degree
    • possessing sound knowledge
    • endowed with the capacity to reason (wordnet.princeton.edu/perl/webwn)
    • able to understand and to reason well (www.business-words.com/dictionary/l.html)
    • having sharp mental abilities (encarta.msn.com/dictionary_1861597782/clever.html)
  • Smart:
    • showing mental alertness and calculation and resourcefulness
    • bright: characterized by quickness and ease in learning
    • capable of independent and apparently intelligent action (wordnet.princeton.edu/perl/webwn)
  • Gifted:
    • talented: endowed with talent or talents; “a gifted writer” (wordnet.princeton.edu/perl/webwn)
    • children are those considered by educational system to have significantly higher than normal levels of one or more forms of intelligence (dictionary.laborlawtalk.com/gifted)
  • Witty:
    • combining clever conception and facetious expression (wordnet.princeton.edu/perl/webwn)
Jadi, apa perbedaan smart, intelligent, dan clever?
Kita bahas di tulisan selanjutnya :)
Posted by: anchiella | February 26, 2008

workshop delapan semester di psikologi

Belajar memang suatu kegiatan yang tidak mudah, bahkan bisa dibilang sulit. Belajar berdiri, sulit. Belajar mengendarai sepeda, sulit. Belajar membaca, sulit. Belajar memang sulit. Pun ketika mempelajari Psikologi di kuliah, juga sulit. Tapi, yang membuat kuliah Psikologi tetap menyenangkan adalah karena kelas-kelasnya terasa seperti workshop.

Dalam workshop, peserta mendapatkan pengetahuan yang dikemas intensif, praktek, diskusi hasil, dan saling memberikan umpan-balik. Begitu pula ketika kuliah Psikologi. Segera setelah mendapat suatu pengetahuan baru, kita bisa mengaplikasikannya dalam hidup sehari-hari dan membahasnya dengan teman-teman.

Contohnya, “Workshop” Metode Observasi dan Wawancara. Dengan belajar metode observasi dan wawancara, kita mengasah kemampuan untuk jadi lebih peka dengan lingkungan sekitar. Misalnya, kita bisa ngeh bahwa ketika sedang bercanda dengan teman-teman di kantin, ternyata seorang teman yang sedari tadi paling sering melontarkan jokes sebetulnya sedang sedih. Selain itu, misalnya ada teman yang ingin curhat ke kita namun ragu-ragu, kita bisa mempraktekkan sedikit ilmu wawancara yang didapat di kelas untuk membuat si teman merasa nyaman sehingga dapat bercerita dengan leluasa dan merasa lebih lega.

Satu contoh lagi, “Workshop” Psikologi Sosial. Salah satu materi yang dipelajari dalam Psikologi Sosial adalah triangular model of love yang dikemukakan oleh Sternberg. Dalam teori tersebut, Sternberg menyatakan bahwa cinta memiliki tiga komponen dasar yaitu intimacy (kedekatan yang dirasakan oleh dua orang dan menjadi kekuatan untuk mengikat mereka), passion (komponen cinta yang didasarkan pada romantisme, ketertarikan fisik, dan seksualitas), dan commitment (komponen yang melibatkan faktor kognitif ketika seseorang membuat keputusan untuk berkomitmen dalam sebuah relationship). Ketiga komponen tersebut, berdiri sendiri maupun saling berpadu, akan membentuk jenis-jenis cinta yang berbeda. Hayooo, apa prakteknya dalam kesehariaaan?

Masih banyak lagi hal-hal praktis dan menarik yang bisa kita dapatkan selama “workshop” delapan semester di Psikologi. Jadi meskipun belajar itu sulit, khusus untuk kasus belajar Psikologi, tetap saja menyenangkan. Karena bukan hanya hal-hal teoritis sistematis matematis (?!) yang kita pelajari, tapi juga hal-hal praktis taktisnya (aduhh,, mulai dehh…). So, we’ll get many things when studying Psychology. Then what things should be hesitated for choosing Psychology?

Referensi:

Baron, R.A. dan Byrne, D. (2000). Social psychology. (Ed. Ke-9). Massachusetts: Allyn & Bacon.

 

niatnya ditulis untuk

Introduction to Psychology

01 Maret 2008

Fakultas Psikologi UI

hehehe…

Posted by: anchiella | February 19, 2008

Indonesia: Loker Tak Dikunci yang Terabaikan

Malaysia memang paling jago kalau soal ngaku-ngaku. Empat tarian tradisional Indonesia ditulis sebagai tarian tradisional Melayu di situs Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan mereka. Tarian yang mereka masukan di situs tersebut adalah Barongan (Reog Ponorogo), Kuda Kepang (Kuda Lumping), Tarian Lilin, dan Tarian Piring. Informasi di atas tentunya mengingatkan kita akan isu pengklaiman Reog Ponorogo oleh Malaysia yang sempat santer beberapa waktu lalu. Ketika itu, masyarakat Indonesia heboh karena merasa asetnya mau diambil paksa “tetangga sebelah”. Negara yang dikenal dengan sebutan Negeri Jiran itu dikecam di berbagai tempat oleh berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Apalagi ternyata bukan hanya Reog Ponorogo yang berusaha mereka miliki, tapi juga angklung dan lagu asal Maluku “Rasa Sayange”. Bahkan batik dengan corak tertentu pun sudah (dipatenkan) menjadi milik mereka.

Berani, kalau tindak pengklaiman Malaysia itu mau diberi label. Nyeleneh pula. Namun, pasti ada landasan di balik keberanian mereka. Selain pada dasarnya yang memang nggak tahu malu, kemungkinan besar masalahnya bersumber pada kita sendiri, bangsa Indonesia.

Salah satu kekurangan tersebut bisa jadi adalah sikap abai yang dimiliki masyarakat Indonesia pada umumnya, yang ujung-ujungnya menjadi suatu kelalaian. Merasa sudah mengetahui bahwa Reog Ponorogo, batik, angklung, dan lagu “Rasa Sayange” adalah milik Indonesia, dan menganggap sudah seharusnya keempat hasil budaya tersebut memang milik kita, pada akhirnya malah lupa dijaga. Ibarat seorang anak yang memiliki sebuah loker di ruang kelas. Ia tidak pernah mengunci lokernya karena merasa warga di kelas itu sudah saling mengetahui letak loker masing-masing dan tidak akan saling mengusik. Ketika suatu saat ada barang di lokernya hilang dicuri, tentu yang salah bukan hanya si pencuri. Si anak juga salah. Dia lalai menjaga barang-barangnya sendiri.

Saat ini, masalah perebutan aset budaya antara Indonesia dan Malaysia sudah teratasi (atau sebenarnya hanya “tampak sudah teratasi?”) “Kita sepakat untuk mengedepankan penghargaan terhadap karya cipta. Jadi, kalau ada barang bernilai sejarah milik Indonesia dikembangkan di Malaysia, maka harus disebutkan sumber aslinya adalah berasal dari Indonesia. Begitupun sebaliknya,” demikian kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia Jero Wacik, seperti yang dikutip oleh Media Indonesia (www.budpar.go.id). Namun, akankah kita belajar dari pengalaman? Belajar bertanggung jawab menjaga, dan pastinya juga mencintai serta mengembangkan milik kita sendiri? Kita lihat saja.

Referensi:

www.heritage.gov.my

www.budpar.go.id

http://www.bahasa-malaysia-simple-fun.com/batik-malaysia.html

Minggu, 17 Februari 2008 dini hari

tulisan untuk Workshop Penulisan Ilmiah-Populer

dalam rangka PsyWrite Festival Fakultas Psikologi UI

Posted by: anchiella | February 18, 2008

aaaaaahhhhhhhh,,,, mengganyang mental!

Dasar, hujan! Baru muncul dan menderas sekarang! 03:55 a.m. Aku ingin menikmati hujan. Dari dalam kamar. Damai. Berharap pikiran yang belakangan ini geradakan di kepala mau tenang sebentar. Menikmati hujan bersamaku. Damai. Tapi kalau menderasnya jam 03:55 a.m., bagaimana aku mengamatinya? Menikmatinya? Dari dalam kamar. Mengusik mimpi roommate, tentu aku tak mau. Tak mungkinlah aku membuka pintu kamar lebar-lebar saat ini. Roommate-ku sudah nyenyak.

Tapi aku ingin menikmati hujan. Kawan baik kontemplasiku beberapa hari belakangan. Berpikir, berpikir, dan terus berpikir. Dan belum juga sampai pada keputusan. Aku tak mau jadi skeptis. Selalu bertanya tak pernah terjawab. Aku harus bisa menjawab semua pertanyaanku. Mendapatkan pencapaian dalam keputusan. Damn!! It’s a hardy shitty shit!!

Aku bingung. Sedang apa aku sekarang? Aku ingin belajar, belajar, dan terus belajar. Saat ini, yang aku inginkan adalah mempelajari psikologi. Baik-baik. Agar pintar. Aku suka pilihan kuliahku ini. Tapi, apa yang sudah aku pelajari? Sudah empat semester dan aku baru mengetahui satu hal. Definisi psikologi. Itu pun karena paksaan untuk mencari tau dari Mas Aten. Tanpa nongkrong-nongkrongku dengan Mas Aten dan Yogi di Excelso Citos, saat patah hati di akhir tahun pertama kuliah (thanks for your kindness), kemungkinan besar sampai tahun kedua pun aku belum tau definisi ilmu yang aku pilih untuk perdalam ini. Tolol. Apa lagi yang sudah aku pelajari? Absurd. Semuanya tak jelas, ngawang-ngawang.

Aku ingin belajar psikologi. Tapi, apa yang aku dapat? sudah semester keempat sekarang! Nonsense. Semuanya nonsense. Yang aku dapat malah kelelahan mental. Lelah berkegiatan di kampus. Lelah berada di kampus. Lelah akan sesuatu yang aku cintai. Aku cinta kampusku. Tapi aku lelah di sana. Aku butuh time-out. Bukan time-out seperti libur semesteran. Tak cukup berkualitas rupanya untukku. Aku butuh jarak dengan kehidupan yang hectic ini barang sebulan. Menghilang dari orang-orang yang selama ini berseliweran, yet nonsense. Merapikan plan dan jadwal. Baru kembali ke rutinitas.

Rutinitasku bulan-bulan belakangan ini gila. Meng-ganyang mental. Tapi, ya sudah, segitu saja. Rasanya tak sesuai effort. Memang aku yang tolol. Bilangnya ingin belajar benar-benar, biar kecerdasan si otak tidak mubazir. Tapi mana hasilnya? Malah heboh ikutan kepanitiaan, keasikan nongkrong, pacaran. Tolol. Aaaaaaaahhhhhhhhhhh,,, beeteeeeeeee!!!!!!!!

Harus gue catat baik-baik plan gue. Saat ini gue mau kuliah. Belajar menulis. Cari teman sebanyak-banyaknya. Tapi nggak lewat kepanitiaan-kepanitiaan kampus lagi. Fatigue. Enough. Kepanitiaan di kampus, buat gue, akan selesai tanggal 8 Maret 2008. Abis itu nggak akan ada lagi nggak-enakan nolak ajakan orang untuk bantu kegiatan kampus. STOP! I have to move on. Gue mau keluar. Ekstrakurikuler gue selanjutnya di luar kampus. Di luar Psiko UI. Di luar UI. Sambil gue terus kuliah. Belajar psikologi. Dan belajar menulis.

Kenapa menulis? Karena menulis merupakan cara efektif untuk melubrikasi otakku yang kegiatan kognitifnya sering ngadat, seret, kurang basa. Akh,, aku harus menata ulang semuanya. Nanti, tanggal 9 Maret 2008, akan ada reshuffle. Harus!

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.